Nak cantik ke sihat???or dua2 sekali..
Cantik nie selalu sinonim dengan kaum hawa.cer tanya kaum hawa mana la x mau cantik.semua nak cantik..tp macam mana ya??
Bagi ct la cantik nie bermula dari dalaman kita.cantik dalaman inshaallah luaran akan turut terserlah seri kecantikan itu.
Cantik nie selalu sinonim dengan kaum hawa.cer tanya kaum hawa mana la x mau cantik.semua nak cantik..tp macam mana ya??
Bagi ct la cantik nie bermula dari dalaman kita.cantik dalaman inshaallah luaran akan turut terserlah seri kecantikan itu.
Perasaan ingin tampil cantik adalah hal yang wajar. Itu merupakan kecenderungan bagi setiap kaum Hawa, dan menjadi fitrah sekaligus nikmat dari Allah SWT. Namun kecantikan juga adalah ujian.
Bagi yang menggunakannya sesuai tuntutan agama, dia akan menjadi orang yang beruntung. Dan bagi yang menggunakannya di jalan kemaksiatan, sangatlah rugi dan berdosa.
Kecantikan haruslah meliputi kehidupan beserta seluruh isinya, juga segala sesuatu di sekitar manusia. Segala yang bisa ditangkap oleh pancaindera perlu diupayakan terlihat cantik dan indah. Maka dalam konteks ini, kecantikan tidak bisa dinilai dan dimaknai hanya dari aspek lahiriah semata. Ada unsur yang lebih utama, bahkan dapat menyematkan seorang Muslimah pada predikat ‘ratu kecantikan sejati’.
Dijelaskan oleh Al-Raghib, terdapat istilah dalam bahasa Arab untuk menyebut segala sesuatu yang indah dan disukai, yakni al-husn. Selama ini, al-husn dikenal hanya sekadar yang dianggap bagus oleh pancaindera. ”Sementara al-husn yang dimaksudkan dalam Alquran adalah sesuatu yang dianggap bagus oleh hati nurani (al-bashirah),” kata Al-Raghib.
Dengan begitu, seorang Muslimah diharapkan mampu menghadirkan kecantikan batin dalam kehidupannya. Sabda Rasulullah SAW, ”Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk fisik dan harta kalian, tetapi pada hati dan perbuatan kalian.” (HR Muslim)
Jadi, tidak perlu berkecil hati jika pun fizikal kurang cantik, kerana kecantikan batin akan mempercantik lahiriahnya. “Siapa pun yang melihatnya, pasti bakal menyukai dan mengaguminya,” demikian ungkap Ibnu Al-Qayyim.
Bagi Ibnu Qayim, kecantikan lahir adalah “bonus” dari Allah SWT kepada sebagian orang yang dikehendaki-Nya. Oleh kerana itu, Nabi SAW mengingatkan mereka yang dikurnia kecantikan oleh Allah SWT, agar lebih mempercantiknya dengan akhlak yang bagus.
Pada konteks keimanan, kecantikan akhlak menjadi cerminan dari sifat-sifat terpuji, yang pada gilirannya akan membuatnya ikhlas dalam mencintai Allah SWT. Apapun yang dilakukan bernilai ibadah, termasuk di lingkup pembinaan keluarga sakinah.
Setiap orang bisa saja berbeda pendapat tentang kriteria kecantikan, akan tetapi Islam telah menetapkan beberapa hal supaya kecantikan kekal dan sempurna. Rasulullah SAW menegaskan tiga kriteria kecantikan. ”Sebaik-baik manfaat yang diperoleh seorang Muslim adalah perempuan yang cantik, yaitu yang membuatnya senang jika dipandang, menurutinya jika diperintah, serta menjaga harta dan dirinya jika ditinggal pergi.”
Intinya, puncak kecantikan menurut Islam berbanding lurus dengan ketakwaannya pada Allah SWT. Dengan takwa dan iman, dia selalu berusaha membentengi diri dari perbuatan hina, tercela dan maksiat, sebaliknya akan memperbanyak amal ibadah dan perbuatan terpuji.


Comments
Post a Comment